Muhammadiyah Deutschland e.V.
EnglishGermanIndonesian
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
Thursday, June 11, 2026
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
No Result
View All Result
Home Artikel

Mengapa Kalender Islam Global Perlu Diwujudkan? Sebuah Renungan

Muhammadiyah Jerman Raya by Muhammadiyah Jerman Raya
March 13, 2024
in Artikel, Berita Muhammadiyah
Mengapa Kalender Islam Global Perlu Diwujudkan? Sebuah Renungan

Muhammadiyah tengah berusaha mewujudkan Kalender Hijryah Global Tunggal (KHGT). Kalender lunar Hijriah ini berlandaskan prinsip sederhana: satu hari, satu tanggal, di seluruh dunia. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan kesatuan di antara umat Islam, menghapus perbedaan waktu dan tanggal yang sering kali membingungkan.

Hambatannya ialah KHGT belum banyak dipahami konsep, arti penting, dan keperluan terhadapnya. Meskipun KHGT memiliki tujuan luhur untuk menyatukan umat Islam di seluruh dunia, masih banyak kalangan yang belum sepenuhnya memahami konsep di baliknya. Arti penting dari keseragaman waktu dan tanggal dalam konteks global belum sepenuhnya terserap oleh semua pihak.

Kendati KHGT menetapkan kriteria yang jelas untuk menentukan awal bulan baru, masih banyak kalangan yang kuat berpegang kepada tradisi rukyat fisik. Hal ini menjadi hambatan karena Kalender Hijriah Global, seperti kalender Islam pada umumnya, membutuhkan penggunaan hisab dan tidak dapat mengandalkan metode rukyat dalam penentuan awal bulan baru.

Menurut Syamsul Awnar, perlu diakui bahwa perubahan budaya dan kebiasaan memerlukan waktu untuk diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, masih diperlukan upaya lebih lanjut untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang keunggulan dan kepraktisan KHGT. Pendidikan dan sosialisasi terkait konsep ini dapat membantu mengatasi hambatan ini dan merangsang adopsi yang lebih luas.

Para ahli, termasuk ahli astronomi dan falak, serta ahli syariah dan fikih, kata Syamsul, juga masih belum banyak memahami pembuatan Kalender Islam global dan masih belum tergerak untuk mengapresiasi arti penting dan keperluan hadirnya kalender Islam global tersebut, khususnya dalam rangka penepatan jatuhnya hari ibadah tertentu.

Mereka cenderung lebih tertarik pada aspek teknis, terutama dalam menangani masalah kriteria yang memungkinkan hilal dapat dirukyat. Diskusi dan penelitian mereka lebih sering berkutat pada metode pengamatan dan perhitungan astronomi, daripada pada pemahaman konsep kalender secara menyeluruh.

Tidak sedikit di antara para ahli yang melihat upaya penyatuan kalender Islam secara global sebagai pekerjaan yang tidak rasional. Dengan nada sinis, sebagian dari mereka menyatakan bahwa mencoba menyatukan kalender nasional saja masih menjadi hal yang sulit, apalagi jika berbicara tentang penyatuan kalender secara global.

Di lain pihak, ada pula yang menggunakan analogi untuk mengekspresikan skeptisisme mereka. Mereka menyatakan penyatuan kalender Islam secara global itu seperti pungguk merindukan bulan, merujuk pada sesuatu yang sulit dicapai atau bahkan tidak bermanfaat.

Kendati demikian, perlu diakui bahwa perubahan selalu memerlukan waktu dan upaya yang serius untuk diterima. Langkah-langkah pendidikan intensif dan dialog yang konstruktif antara ahli astronomi, falak, dan ahli syariah, fikih dapat membuka jalan menuju pemahaman tentang manfaat dan kebutuhan KHGT.

Sebuah Renungan

Kita melakukan penyatuan lokal dengan menerima kalender lokal, misalnya kalender dengan kriteria 4 + 6,4 atau kriteria lainnya. Jika seluruh masyarakat di Indonesia menerima kalender tersebut, maka kita dapat bersatu dalam penentuan waktu dan tanggal secara lokal. Namun, perlu diakui bahwa kalender tersebut bersifat lokal dan hanya dapat diterapkan di Indonesia. Upaya untuk mengajak masyarakat Muslim di tempat lain untuk menerima kalender ini mungkin tidak memungkinkan karena keberlakuannya terbatas pada wilayah geografis tertentu.

Di sisi lain, kita melakukan penyatuan global dengan menerima kalender berdasarkan kriteria global, seperti kalender Turki 2016 atau kalender global lainnya. Jika kita semua di Indonesia menerima kalender ini, maka kita akan bersatu secara lokal (di Indonesia) karena kita telah memiliki satu kalender bersama. Keuntungan lainnya adalah kita memiliki peluang untuk mengajak bangsa lain untuk mengikuti kalender yang kita terapkan di Indonesia. Kalender tersebut bersifat global dan dapat diterapkan di berbagai belahan dunia, memungkinkan keseragaman waktu dan tanggal dalam skala yang lebih luas.

Dengan demikian, penyatuan global melalui penerimaan kalender berdasarkan kriteria global memberikan potensi untuk menciptakan kesatuan tidak hanya dalam skala lokal, tetapi juga dapat mempromosikan keseragaman di tingkat internasional. Pilihan ini memberikan peluang untuk mengembangkan kerjasama dan pengakuan bersama antara komunitas Muslim di seluruh dunia, menciptakan landasan bagi pemahaman bersama tentang penanggalan dalam konteks global.

Referensi: Syamsul Anwar, materi tentang Kalender Hijriah Global Tunggal dalam Pengajian Tarjih Muhammadiyah edisi ke-136 Rabu, 09 Muharam 1443 H/18 Agustus 2021 M.

Sumber asli dari: https://muhammadiyah.or.id/2024/03/mengapa-kalender-islam-global-perlu-diwujudkan-sebuah-renungan/

Tags: featured
Share62Tweet39Send

Related Posts

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab

June 5, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 11 – Fase Dakwah Sirriyah
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 11 – Fase Dakwah Sirriyah

June 4, 2026
Pembentukan Masjid Nabawi: Mutiara Peradaban Baru
Artikel

Pembentukan Masjid Nabawi: Mutiara Peradaban Baru

May 12, 2026
Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah
Berita

Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

March 28, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW (Seri 4)
Artikel

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW (Seri 4)

March 26, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Luqman dalam Al-Qur’an (Seri 3)
Artikel

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Luqman dalam Al-Qur’an (Seri 3)

March 26, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

September 11, 2023

Waktu Sholat Saat Musim Panas di Jerman/Eropa

June 20, 2022
Muhammadiyah Deutschland e.V.

Halal BiHalal dan Perkenalan Formatur Terpilih Muhammadiyah Jerman Raya

May 2, 2023
Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

February 8, 2023
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab

0

Saudi Trade-Off: More Social Freedom, No Political Dissent

0

Tether Theft Isn’t the First Controversy for Cryptocurrency Firm

0

Indonesia’s Largest Fleet of Taxis Teams Up To Beat Ride-Hailing Apps

0
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab

June 5, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 11 – Fase Dakwah Sirriyah

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 11 – Fase Dakwah Sirriyah

June 4, 2026
Pembentukan Masjid Nabawi: Mutiara Peradaban Baru

Pembentukan Masjid Nabawi: Mutiara Peradaban Baru

May 12, 2026
Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

March 28, 2026
  • Beranda
  • Kontak
  • Redaksi

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya