Muhammadiyah Deutschland e.V.
EnglishGermanIndonesian
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
Wednesday, July 22, 2026
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
No Result
View All Result
Home Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 14 – Amul Khuzni : Tahun Ujian Keteguhan

Muhammadiyah Jerman Raya by Muhammadiyah Jerman Raya
June 30, 2026
in Artikel, Keislaman
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 14 – Amul Khuzni : Tahun Ujian Keteguhan

Ilustrasi Aamul Huzni

Kajian ini mengulas Amul Khuzni sebagai fase ujian terberat dalam dakwah Rasulullah ﷺ di Makkah setelah pemboikotan, wafatnya Abu Thalib, dan wafatnya Khadijah. Kesedihan besar itu tidak menghentikan perjuangan, tetapi menegaskan bahwa dakwah harus bersandar pada Allah, dijaga dengan tauhid, kesabaran, keteguhan, dan ikhtiar yang terus dijalankan di tengah cobaan.

Rekaman Kajian

Kajian Sirah Nabawiyah dengan tema “Aamul Huzni: Tahun Ujian Keteguhan” diselenggarakan secara daring pada 14 Juni 2026. Kajian ini menghadirkan Ust. Akhmad Arif Rif’an, S.H.I., M.S.I., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Dalam pemaparannya, beliau mengulas salah satu fase paling berat dalam sejarah dakwah Islam, yaitu Amul Khuzni atau Tahun Kesedihan, yakni tahun ke-10 setelah kenabian. Dalam kajian Sirah Nabi yang disampaikan Ustaz Arif, peristiwa ini dipahami bukan sekadar sebagai kisah kesedihan, melainkan sebagai ujian keteguhan yang mengajarkan bahwa perjuangan dakwah harus senantiasa bersandar pada Allah, bukan pada manusia.

Amul Khuzni dalam Rangkaian Dakwah di Makkah

Kajian ini menempatkan Amul Khuzni dalam kronologi dakwah Rasulullah ﷺ di Makkah. Setelah tiga tahun berdakwah secara sembunyi-sembunyi, dakwah dilakukan secara terbuka sehingga tekanan dari kaum Quraisy semakin meningkat. Berbagai bentuk penyiksaan, pemboikotan, hingga pengasingan terhadap Rasulullah ﷺ dan kaum muslimin menjadi bagian dari perjuangan dakwah pada masa itu.

Sebelum memasuki Amul Khuzni, Rasulullah ﷺ bersama Bani Hasyim mengalami pemboikotan selama sekitar 3 tahun. Dalam masa yang berat tersebut, kaum muslimin mengalami kekurangan makanan hingga, sebagaimana diriwayatkan, harus bertahan hidup dengan memakan dedaunan. Peristiwa ini menjadi gambaran besarnya ujian yang dihadapi Rasulullah ﷺ dan para sahabat, sekaligus teladan kesabaran dalam menghadapi cobaan.

Wafatnya Abu Thalib dan Khadijah

Setelah pemboikotan berakhir, kondisi Abu Thalib yang sudah lanjut usia semakin melemah. Dalam kajian disebutkan bahwa Abu Thalib wafat pada tahun ke-10 kenabian, setelah sebelumnya tetap memberikan perlindungan kepada Rasulullah ﷺ hingga akhir hayatnya. Meski demikian, Rasulullah ﷺ sangat berduka karena pamannya wafat tanpa sempat menerima ajakan untuk mengucapkan kalimat tauhid. Peristiwa ini juga menjadi latar belakang turunnya ayat yang menegaskan bahwa hidayah merupakan hak prerogatif Allah.

Beberapa bulan kemudian, Rasulullah ﷺ kembali diuji dengan wafatnya Ummul Mukminin Khadijah radhiyallahu ‘anha. Khadijah merupakan pendamping setia yang selalu menguatkan Rasulullah ﷺ sejak awal kenabian. Rasulullah ﷺ senantiasa mengenang jasa dan kemuliaan Khadijah, bahkan disebutkan adanya kabar gembira yang disampaikan Malaikat Jibril tentang rumah di surga yang telah Allah siapkan baginya.

Dua kehilangan besar inilah yang menjadikan tahun tersebut dikenal sebagai Amul Khuzni.

Keteguhan Dakwah Tidak Bergantung kepada Manusia

Salah satu pesan utama dari Aamul Khuzni adalah bahwa dakwah tidak boleh bergantung pada siapa pun selain Allah. Wafatnya Abu Thalib dan Khadijah menjadi pelajaran bahwa sekalipun Rasulullah ﷺ kehilangan dua sosok yang sangat dekat dan selama ini memberikan dukungan besar, perjuangan dakwah tidak berhenti.

Sebelum Abu Thalib wafat, para pemuka Quraisy masih berusaha membujuk Rasulullah ﷺ agar menghentikan dakwahnya. Berbagai tawaran duniawi pernah diberikan sebelumnya, mulai dari harta, kedudukan, hingga kompromi dalam urusan akidah. Namun, Rasulullah ﷺ tetap teguh dan justru mengajak mereka kepada satu kalimat, yaitu “La ilaha illallah”, sebagai jalan menuju kemuliaan. Keteguhan ini menunjukkan bahwa prinsip tauhid tidak dapat ditukar dengan kepentingan apa pun.

Kesedihan Tidak Menghentikan Ikhtiar

Aamul Huzni ini juga menunjukkan bahwa kesedihan bukan alasan untuk berhenti berjuang. Setelah mengalami kehilangan besar, Rasulullah ﷺ tetap mencari jalan untuk berdakwah. Salah satunya adalah menuju Thaif untuk menyampaikan risalah Islam. Walaupun di sana beliau kembali mengalami penolakan dan perlakuan kasar hingga terluka akibat lemparan batu, Rasulullah ﷺ tetap menunjukkan kesabaran dan tidak membalas dengan kebencian.

Sikap ini menjadi teladan bahwa seorang mukmin tetap berikhtiar menjalankan amanah meskipun menghadapi ujian yang berat.

Pelajaran bagi Umat

Dari peristiwa Amul Khuzni, terdapat beberapa pelajaran penting. Pertama, ujian merupakan bagian dari perjalanan orang-orang beriman, bahkan dialami oleh manusia terbaik, Rasulullah ﷺ. Kedua, kesabaran dan keteguhan menjadi bekal utama dalam menghadapi cobaan. Ketiga, perjuangan dakwah harus selalu bertumpu pada Allah, bukan pada kekuatan manusia maupun pada keadaan yang menguntungkan. Terakhir, setiap ujian hendaknya mendorong seorang mukmin untuk terus berikhtiar dan memperkuat keimanan, bukan menjadi alasan untuk berhenti beramal.

Dengan demikian, Amul Khuzni bukan hanya kisah tentang kesedihan Rasulullah ﷺ, tetapi juga tentang keteguhan hati dalam menjalankan amanah. Dari fase inilah tampak bahwa jalan dakwah senantiasa diiringi ujian, namun pertolongan Allah menjadi sandaran utama bagi setiap perjuangan.

  • Aditya Satrya Wibawa Utama
Tags: Kajian
Share61Tweet38Send

Related Posts

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

July 20, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 13 – Pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 13 – Pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib

June 11, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab

June 5, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 11 – Fase Dakwah Sirriyah
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 11 – Fase Dakwah Sirriyah

June 4, 2026
Pembentukan Masjid Nabawi: Mutiara Peradaban Baru
Artikel

Pembentukan Masjid Nabawi: Mutiara Peradaban Baru

May 12, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW (Seri 4)
Artikel

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW (Seri 4)

March 26, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

September 11, 2023

Waktu Sholat Saat Musim Panas di Jerman/Eropa

June 20, 2022
Muhammadiyah Deutschland e.V.

Halal BiHalal dan Perkenalan Formatur Terpilih Muhammadiyah Jerman Raya

May 2, 2023
Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

February 8, 2023
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

0

Saudi Trade-Off: More Social Freedom, No Political Dissent

0

Tether Theft Isn’t the First Controversy for Cryptocurrency Firm

0

Indonesia’s Largest Fleet of Taxis Teams Up To Beat Ride-Hailing Apps

0
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

July 20, 2026
Dari Gauss hingga Kecerdasan Buatan: Ketika Ilmu, Etika, dan Inovasi Menjadi Fondasi Peradaban

Dari Gauss hingga Kecerdasan Buatan: Ketika Ilmu, Etika, dan Inovasi Menjadi Fondasi Peradaban

July 15, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 14 – Amul Khuzni : Tahun Ujian Keteguhan

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 14 – Amul Khuzni : Tahun Ujian Keteguhan

June 30, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 13 – Pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 13 – Pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib

June 11, 2026
  • Beranda
  • Kontak
  • Redaksi

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya