Muhammadiyah Deutschland e.V.
EnglishGermanIndonesian
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
Wednesday, July 22, 2026
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
No Result
View All Result
Home Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 13 – Pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib

Muhammadiyah Jerman Raya by Muhammadiyah Jerman Raya
June 11, 2026
in Artikel, Berita Muhammadiyah, Keislaman
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 13 – Pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib

Kajian ini mengulas pemboikotan total kaum Quraisy terhadap Rasulullah ﷺ, Bani Hasyim, dan Bani Muthalib selama hampir tiga tahun di Makkah. Dari peristiwa Al-Muqātha‘ah Al-‘Āmmah ini tampak keteguhan Rasulullah ﷺ, solidaritas keluarga yang melindungi beliau, penderitaan kaum Muslimin awal, serta pelajaran tentang iman, kesabaran, zuhud, dan amanah dalam menghadapi tekanan sosial maupun ekonomi.

Rekaman Kajian

Kajian Sirah Nabawiyah dengan tema “Pemboikotan Quraisy terhadap Rasulullah ﷺ dan Kaum Muslimin” diselenggarakan secara daring pada 17 Mei 2026. Kajian ini menghadirkan Ust. Akhmad Arif Rif’an, S.H.I., M.S.I., anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekaligus dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Dalam pemaparannya, beliau mengulas salah satu fase paling berat dalam sejarah dakwah Islam, yaitu peristiwa Al-Muqātha‘ah Al-‘Āmmah atau pemboikotan total yang dilakukan kaum Quraisy terhadap Rasulullah ﷺ, keluarga Bani Hasyim, dan kaum Muslimin pada masa awal perkembangan Islam.

Perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ di Makkah tidak hanya diwarnai oleh penolakan dan cemoohan, tetapi juga oleh ujian berat yang menguji keteguhan iman para pengikut Islam generasi pertama. Salah satu peristiwa paling berat dalam sejarah dakwah Islam adalah pemboikotan yang berlangsung hampir tiga tahun dan menjadi bukti bahwa jalan kebenaran sering kali menuntut pengorbanan besar, namun juga melahirkan pribadi-pribadi tangguh yang kelak memimpin peradaban.

Posisi Pemboikotan dalam Sirah Nabawiyah

Rasulullah ﷺ menerima wahyu pertama pada usia 40 tahun dan menjalankan misi kenabian selama kurang lebih 23 tahun: 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah. Pada fase Makkah, tiga tahun pertama dakwah dilakukan secara terbatas dan personal, kemudian dilanjutkan dengan dakwah secara terbuka selama sekitar sepuluh tahun.

Semakin berkembangnya Islam membuat kaum Quraisy merasa terancam. Situasi semakin mengkhawatirkan bagi mereka setelah dua tokoh besar Quraisy, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib dan Umar bin Khattab, memeluk Islam. Masuk Islamnya dua sosok pemberani ini memperkuat posisi kaum Muslimin dan membuat Quraisy semakin panik.

Dari Negosiasi hingga Ancaman

Sebelum melakukan pemboikotan, kaum Quraisy telah menempuh berbagai cara untuk menghentikan dakwah Rasulullah ﷺ. Mereka menawarkan kompromi akidah, kekuasaan, kekayaan, bahkan wanita-wanita tercantik Makkah. Semua tawaran tersebut ditolak oleh Rasulullah ﷺ karena dakwah yang beliau bawa bukanlah untuk kepentingan pribadi, melainkan amanah dari Allah SWT.

Ketika seluruh upaya itu gagal, Quraisy beralih ke ancaman. Mereka meminta Abu Thalib menyerahkan Rasulullah ﷺ untuk dibunuh dan bahkan menawarkan pengganti dari anak-anak mereka sendiri. Namun, Abu Thalib dan seluruh Bani Hasyim serta Bani Muthalib, baik yang telah memeluk Islam maupun yang masih berada dalam agama nenek moyang mereka, menolak menyerahkan Rasulullah ﷺ. Solidaritas keluarga ini menjadi salah satu sebab utama lahirnya pemboikotan besar-besaran tersebut.

Isi Pemboikotan

Kaum Quraisy kemudian membuat sebuah piagam yang digantung di Ka’bah. Isi kesepakatan itu sangat keras:

  • Tidak melakukan jual beli dengan Bani Hasyim dan Bani Muthalib.
  • Tidak menikahkan dan tidak menerima pernikahan dari mereka.
  • Tidak melakukan hubungan sosial maupun komunikasi.
  • Tidak akan menghentikan tekanan hingga Rasulullah ﷺ diserahkan untuk dibunuh.

Pemboikotan ini dimulai sekitar tahun ketujuh kenabian dan berlangsung hampir selama tiga tahun. Selama masa tersebut, Rasulullah ﷺ, keluarga beliau, serta para pendukungnya terpaksa bertahan di sebuah lembah sempit yang dikenal sebagai Syi‘ib Abu Thalib atau Lembah Bani Hasyim.

Tiga Tahun yang Sangat Berat

Kesulitan yang dialami kaum Muslimin pada masa pemboikotan sangat berat. Persediaan makanan nyaris tidak ada. Dalam sebuah riwayat yang dikutip Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin, sahabat Utbah bin Ghazwan ra. menceritakan bahwa mereka hanya memakan dedaunan hingga mulut mereka terluka karena kerasnya makanan yang dikonsumsi. Bahkan kulit-kulit kering dibasahi dan dikunyah untuk mengganjal rasa lapar.

Tangisan anak-anak yang kelaparan sering terdengar dari lembah tersebut pada malam hari. Beberapa orang Quraisy yang masih memiliki nurani merasa tersiksa mendengar penderitaan itu, meskipun mereka tidak berani secara terbuka menentang kesepakatan kaumnya.

Ancaman pembunuhan juga terus membayangi Rasulullah ﷺ. Abu Thalib bahkan kerap memindahkan tempat tidur beliau dan menggantinya dengan anggota keluarga lain demi menghindari kemungkinan serangan mendadak dari musuh-musuh Islam.

Wafatnya Khadijah dan Abu Thalib Tak Lama Setelah Pemboikotan Berakhir

Dampak pemboikotan tidak hanya dirasakan secara ekonomi dan sosial, tetapi juga secara fisik. Ummul Mukminin Khadijah ra., yang mengorbankan seluruh hartanya demi mendukung perjuangan Rasulullah ﷺ, mengalami penurunan kesehatan yang serius setelah melewati masa-masa sulit tersebut. Begitu pula Abu Thalib. Tidak lama setelah berakhirnya pemboikotan, keduanya wafat.

Tahun wafatnya Khadijah dan Abu Thalib kemudian dikenal sebagai ‘Amul Huzn (Tahun Kesedihan), karena Rasulullah ﷺ kehilangan dua sosok yang selama ini menjadi pendukung utama perjuangan beliau.

Pelajaran dari Utbah bin Ghazwan

Salah satu pelajaran penting dari peristiwa ini tampak dalam kehidupan Utbah bin Ghazwan ra. Setelah Islam berjaya dan wilayah Muslim meluas hingga ke Persia, beliau diangkat menjadi gubernur Basrah. Namun, dalam pidato pertamanya, Utbah justru mengingatkan masyarakat tentang kefanaan dunia dan masa-masa sulit yang pernah mereka alami bersama Rasulullah ﷺ.

Beliau mengenang bagaimana dahulu mereka tidak memiliki makanan maupun pakaian yang layak. Namun setelah Allah memberikan kemenangan, beliau tidak ingin terpedaya oleh jabatan dan kemewahan dunia. Bahkan beliau berdoa agar tidak merasa besar di hadapan manusia sementara kecil di sisi Allah.

Kisah ini menunjukkan bahwa ujian berat yang dialami para sahabat telah membentuk karakter mereka. Kesulitan yang mereka hadapi menjadi madrasah yang melahirkan pemimpin-pemimpin yang amanah dan zuhud terhadap dunia.

Relevansi bagi Umat Islam Masa Kini

Pemboikotan Quraisy mengajarkan bahwa perjuangan menegakkan kebenaran tidak selalu berjalan dengan mudah. Umat Islam bisa saja menghadapi tekanan ekonomi, pengucilan sosial, atau berbagai bentuk ujian lainnya. Namun, sejarah menunjukkan bahwa keteguhan iman, kesabaran, dan keyakinan pada pertolongan Allah merupakan kunci untuk melewati semua itu.

Para sahabat bukanlah manusia tanpa rasa takut atau tanpa kesulitan. Mereka merasakan lapar, penderitaan, dan ancaman. Akan tetapi, kecintaan mereka kepada Allah dan akhirat jauh lebih besar daripada kecintaan kepada dunia. Inilah karakter yang menjadikan mereka generasi terbaik dalam sejarah Islam.

Peristiwa pemboikotan Quraisy mengingatkan kita bahwa kemenangan tidak lahir dari kemudahan, melainkan dari kesabaran dalam menghadapi ujian. Dari lembah sempit yang penuh penderitaan itu lahir generasi yang kelak membawa cahaya Islam ke berbagai penjuru dunia. Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi umat Islam untuk tetap teguh dalam iman, sabar dalam menghadapi ujian, dan istiqamah dalam memperjuangkan kebenaran.

  • Ditulis oleh Aditya Satrya Wibawa Utama
Tags: Kajiansirah-nabawiyah
Share64Tweet40Send

Related Posts

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

July 20, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 14 – Amul Khuzni : Tahun Ujian Keteguhan
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 14 – Amul Khuzni : Tahun Ujian Keteguhan

June 30, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 12 – Masuk Islamnya Hamzah dan Umar bin Khattab

June 5, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 11 – Fase Dakwah Sirriyah
Artikel

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 11 – Fase Dakwah Sirriyah

June 4, 2026
Pembentukan Masjid Nabawi: Mutiara Peradaban Baru
Artikel

Pembentukan Masjid Nabawi: Mutiara Peradaban Baru

May 12, 2026
Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah
Berita

Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

March 28, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

September 11, 2023

Waktu Sholat Saat Musim Panas di Jerman/Eropa

June 20, 2022
Muhammadiyah Deutschland e.V.

Halal BiHalal dan Perkenalan Formatur Terpilih Muhammadiyah Jerman Raya

May 2, 2023
Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

February 8, 2023
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

0

Saudi Trade-Off: More Social Freedom, No Political Dissent

0

Tether Theft Isn’t the First Controversy for Cryptocurrency Firm

0

Indonesia’s Largest Fleet of Taxis Teams Up To Beat Ride-Hailing Apps

0
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 15 – Kekuatan Kesabaran: Enam Bekal untuk Teguh Menghadapi Ujian

July 20, 2026
Dari Gauss hingga Kecerdasan Buatan: Ketika Ilmu, Etika, dan Inovasi Menjadi Fondasi Peradaban

Dari Gauss hingga Kecerdasan Buatan: Ketika Ilmu, Etika, dan Inovasi Menjadi Fondasi Peradaban

July 15, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 14 – Amul Khuzni : Tahun Ujian Keteguhan

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 14 – Amul Khuzni : Tahun Ujian Keteguhan

June 30, 2026
Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 13 – Pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib

Kajian Sirah Nabawiyah Vol. 13 – Pemboikotan Quraisy terhadap Bani Hasyim dan Bani Muthalib

June 11, 2026
  • Beranda
  • Kontak
  • Redaksi

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya