Jerman, 25 Februari 2026 – Muhammadiyah Deutschland e.V. kembali menyelenggarakan Kajian Ramadhan 1447 H/2026 M secara daring melalui Zoom pada Rabu (25/2/2026). Kajian yang dilaksanakan pukul 16.00–17.00 CET ini menghadirkan Ustadz Hartanto Saryono, Lc., dengan tema “Keluarga-Keluarga Teladan dalam Al-Qur’an”.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kajian Ramadhan yang dilaksanakan setiap Rabu sepanjang bulan suci Ramadhan.
Pada seri pertama ini, pembahasan difokuskan pada sosok agung Nabi Ibrahim AS sebagai kepala keluarga dan peletak fondasi tauhid. Melalui penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an dan refleksi atas perjalanan hidup beliau, jamaah diajak memahami bagaimana keluarga Nabi Ibrahim menjadi model keluarga beriman, tangguh dalam ujian, serta produktif dalam dakwah dan peradaban.
Nabi Ibrahim AS: Sosok Teladan Sepanjang Zaman
Dalam pemaparannya, Ustadz Hartanto menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS—yang dalam tradisi lain dikenal sebagai Abraham—diperkirakan lahir di wilayah Babilonia (Irak), tepatnya di kawasan yang dikenal sebagai Ur Kasdim (Urkuldaniyin). Sebagian riwayat juga menyebutkan wilayah yang kini termasuk Turki, pada masa kekuasaan Raja Namrud.
Beliau kemudian berhijrah ke Palestina, sempat ke Mesir, lalu kembali menetap di Palestina. Secara historis, masa hidup Nabi Ibrahim AS diperkirakan antara 1900–1700 SM. Ayah beliau bernama Azar. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai dua putra: Nabi Ismail AS dari Ibunda Hajar dan Nabi Ishaq AS dari Ibunda Sarah.
Nama Nabi Ibrahim AS disebut lebih dari 60 kali dalam Al-Qur’an. Banyak ayat yang memuat pujian Allah SWT kepada beliau, menunjukkan kedudukan mulia dan keteladanan yang agung. Dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 4 ditegaskan bahwa pada diri Nabi Ibrahim terdapat teladan yang baik bagi orang-orang beriman.
Hanif dan Lurus dalam Akidah
Ustadz Hartanto juga menekankan bahwa meskipun terdapat klaim dari sebagian kalangan yang mengaitkan Nabi Ibrahim dengan Yahudi atau Nasrani, Al-Qur’an menegaskan bahwa beliau adalah seorang yang hanif—lurus tauhidnya—dan tidak pernah termasuk golongan musyrik.
Keteguhan akidah inilah yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan keluarga Nabi Ibrahim AS. Beliau adalah sosok suami dan ayah yang luar biasa, kokoh dalam mengemban amanah risalah kenabian yang berat, sekaligus penuh kelembutan dalam memimpin keluarga.
Keteladanan dalam Keluarga
Salah satu ujian terberat dalam hidup Nabi Ibrahim AS adalah perintah hijrah ke lembah tandus yang belum jelas kehidupan dan penghuninya, bersama istrinya, Hajar, dan putra mereka yang masih bayi, Ismail AS. Namun, dengan penuh ketaatan dan tawakal, beliau melaksanakan perintah tersebut.
Ibunda Hajar pun menunjukkan kecerdasan spiritual yang tinggi. Ia tidak kehilangan arah dan tetap yakin terhadap ketetapan Allah SWT. Keteguhan dan keyakinan keduanya melahirkan keluarga yang menjadi fondasi peradaban Islam hingga akhir zaman.
Nabi Ibrahim AS juga dikenal sebagai ayah yang mendidik dengan dialog, diskusi, serta penuh rasa hormat dan kasih sayang. Metode pendidikan berbasis ketakwaan inilah yang membentuk generasi saleh dan tangguh. Keluarga Ibrahim menjadi keluarga yang produktif dan sinergis dalam dakwah serta kebaikan.
Kedermawanan beliau juga tercermin ketika menerima tamu-tamu yang ternyata adalah malaikat utusan Allah. Sikap memuliakan tamu menjadi bagian dari karakter luhur keluarga ini.
Inspirasi Bagi Keluarga Muslim Masa Kini
Kajian ini menegaskan bahwa keluarga Nabi Ibrahim AS adalah model keluarga berakidah kokoh, taat, dialogis, produktif, serta berorientasi pada dakwah dan peradaban. Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan oleh keluarga Muslim masa kini, khususnya dalam membangun ketahanan iman di tengah tantangan zaman.
Melalui Kajian Ramadhan ini, Muhammadiyah Deutschland e.V. berharap jamaah dapat mengambil pelajaran dan mengaktualisasikan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga Ramadhan menjadi momentum penguatan iman, keluarga, dan kontribusi nyata bagi umat.
Allahu a’lam.
Ditulis oleh Aditya Utama berdasarkan pemaparan Kajian Ramadhan oleh Ustadz Hartanto Saryono, Lc.














