Muhammadiyah Deutschland e.V.
EnglishGermanIndonesian
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
Monday, March 9, 2026
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
No Result
View All Result
Home Artikel

Kajian Ramadhan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Quran (Seri 1)

Muhammadiyah Jerman Raya by Muhammadiyah Jerman Raya
March 5, 2026
in Artikel, Berita, Keislaman, Uncategorized
Kajian Ramadhan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Quran (Seri 1)

Gambar dibuat oleh AI.

Jerman, 25 Februari 2026 – Muhammadiyah Deutschland e.V. kembali menyelenggarakan Kajian Ramadhan 1447 H/2026 M secara daring melalui Zoom pada Rabu (25/2/2026). Kajian yang dilaksanakan pukul 16.00–17.00 CET ini menghadirkan Ustadz Hartanto Saryono, Lc., dengan tema “Keluarga-Keluarga Teladan dalam Al-Qur’an”.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Kajian Ramadhan yang dilaksanakan setiap Rabu sepanjang bulan suci Ramadhan.

Pada seri pertama ini, pembahasan difokuskan pada sosok agung Nabi Ibrahim AS sebagai kepala keluarga dan peletak fondasi tauhid. Melalui penelusuran ayat-ayat Al-Qur’an dan refleksi atas perjalanan hidup beliau, jamaah diajak memahami bagaimana keluarga Nabi Ibrahim menjadi model keluarga beriman, tangguh dalam ujian, serta produktif dalam dakwah dan peradaban.

Nabi Ibrahim AS: Sosok Teladan Sepanjang Zaman

Dalam pemaparannya, Ustadz Hartanto menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim AS—yang dalam tradisi lain dikenal sebagai Abraham—diperkirakan lahir di wilayah Babilonia (Irak), tepatnya di kawasan yang dikenal sebagai Ur Kasdim (Urkuldaniyin). Sebagian riwayat juga menyebutkan wilayah yang kini termasuk Turki, pada masa kekuasaan Raja Namrud.

Beliau kemudian berhijrah ke Palestina, sempat ke Mesir, lalu kembali menetap di Palestina. Secara historis, masa hidup Nabi Ibrahim AS diperkirakan antara 1900–1700 SM. Ayah beliau bernama Azar. Dari pernikahannya, beliau dikaruniai dua putra: Nabi Ismail AS dari Ibunda Hajar dan Nabi Ishaq AS dari Ibunda Sarah.

Nama Nabi Ibrahim AS disebut lebih dari 60 kali dalam Al-Qur’an. Banyak ayat yang memuat pujian Allah SWT kepada beliau, menunjukkan kedudukan mulia dan keteladanan yang agung. Dalam Surah Al-Mumtahanah ayat 4 ditegaskan bahwa pada diri Nabi Ibrahim terdapat teladan yang baik bagi orang-orang beriman.

Hanif dan Lurus dalam Akidah

Ustadz Hartanto juga menekankan bahwa meskipun terdapat klaim dari sebagian kalangan yang mengaitkan Nabi Ibrahim dengan Yahudi atau Nasrani, Al-Qur’an menegaskan bahwa beliau adalah seorang yang hanif—lurus tauhidnya—dan tidak pernah termasuk golongan musyrik.

Keteguhan akidah inilah yang menjadi fondasi utama dalam kehidupan keluarga Nabi Ibrahim AS. Beliau adalah sosok suami dan ayah yang luar biasa, kokoh dalam mengemban amanah risalah kenabian yang berat, sekaligus penuh kelembutan dalam memimpin keluarga.

Keteladanan dalam Keluarga

Salah satu ujian terberat dalam hidup Nabi Ibrahim AS adalah perintah hijrah ke lembah tandus yang belum jelas kehidupan dan penghuninya, bersama istrinya, Hajar, dan putra mereka yang masih bayi, Ismail AS. Namun, dengan penuh ketaatan dan tawakal, beliau melaksanakan perintah tersebut.

Ibunda Hajar pun menunjukkan kecerdasan spiritual yang tinggi. Ia tidak kehilangan arah dan tetap yakin terhadap ketetapan Allah SWT. Keteguhan dan keyakinan keduanya melahirkan keluarga yang menjadi fondasi peradaban Islam hingga akhir zaman.

Nabi Ibrahim AS juga dikenal sebagai ayah yang mendidik dengan dialog, diskusi, serta penuh rasa hormat dan kasih sayang. Metode pendidikan berbasis ketakwaan inilah yang membentuk generasi saleh dan tangguh. Keluarga Ibrahim menjadi keluarga yang produktif dan sinergis dalam dakwah serta kebaikan.

Kedermawanan beliau juga tercermin ketika menerima tamu-tamu yang ternyata adalah malaikat utusan Allah. Sikap memuliakan tamu menjadi bagian dari karakter luhur keluarga ini.

Inspirasi Bagi Keluarga Muslim Masa Kini

Kajian ini menegaskan bahwa keluarga Nabi Ibrahim AS adalah model keluarga berakidah kokoh, taat, dialogis, produktif, serta berorientasi pada dakwah dan peradaban. Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan oleh keluarga Muslim masa kini, khususnya dalam membangun ketahanan iman di tengah tantangan zaman.

Melalui Kajian Ramadhan ini, Muhammadiyah Deutschland e.V. berharap jamaah dapat mengambil pelajaran dan mengaktualisasikan keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Ramadhan menjadi momentum penguatan iman, keluarga, dan kontribusi nyata bagi umat.

Allahu a’lam.

Ditulis oleh Aditya Utama berdasarkan pemaparan Kajian Ramadhan oleh Ustadz Hartanto Saryono, Lc.

Tags: alquranibrahimJermankeluargaMuhammadiyahpcimramadanramadhan
Share63Tweet40Send

Related Posts

Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia
Artikel

Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia

March 6, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Imran dalam Al-Qur’an (Seri 2)
Artikel

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Imran dalam Al-Qur’an (Seri 2)

March 5, 2026
KHGT dan Tradisi Penyempurnaan Berkelanjutan
Artikel

KHGT dan Tradisi Penyempurnaan Berkelanjutan

March 3, 2026
Hadits 8 Penyebab Kufur Nikmat 
Artikel

Meneladani Rasulullah di Tanah Diaspora: Kajian Perdana Sirah Nabawiyah PCIM Jerman

February 9, 2026
Resmi! PCIM Jerman Diakui sebagai Organisasi Non-Profit
Artikel

Laporan Program ZISWAF Ramadhan 1446 H: Menebar Kepedulian, Merajut Solidaritas Umat

April 26, 2025
Musyawarah Cabang Istimewa PCIM Jerman 2025: Menguatkan Pengorganisasian dan Peran Diaspora Muhammadiyah di Jerman
Artikel

Musyawarah Cabang Istimewa PCIM Jerman 2025: Menguatkan Pengorganisasian dan Peran Diaspora Muhammadiyah di Jerman

April 21, 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

September 11, 2023
Muhammadiyah Deutschland e.V.

Halal BiHalal dan Perkenalan Formatur Terpilih Muhammadiyah Jerman Raya

May 2, 2023
Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

February 8, 2023

Waktu Sholat Saat Musim Panas di Jerman/Eropa

June 20, 2022
Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia

Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia

0

Saudi Trade-Off: More Social Freedom, No Political Dissent

0

Tether Theft Isn’t the First Controversy for Cryptocurrency Firm

0

Indonesia’s Largest Fleet of Taxis Teams Up To Beat Ride-Hailing Apps

0
Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia

Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia

March 6, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Imran dalam Al-Qur’an (Seri 2)

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Imran dalam Al-Qur’an (Seri 2)

March 5, 2026
KHGT dan Tradisi Penyempurnaan Berkelanjutan

KHGT dan Tradisi Penyempurnaan Berkelanjutan

March 3, 2026
Kajian Ramadhan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Quran (Seri 1)

Kajian Ramadhan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Quran (Seri 1)

March 5, 2026
  • Beranda
  • Kontak
  • Redaksi

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya