Muhammadiyah Deutschland e.V.
EnglishGermanIndonesian
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
Sunday, April 19, 2026
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto
No Result
View All Result
Muhammadiyah Deutschland e.V.
No Result
View All Result
Home Artikel

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW (Seri 4)

Muhammadiyah Jerman Raya by Muhammadiyah Jerman Raya
March 26, 2026
in Artikel, Berita, Berita Muhammadiyah
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW (Seri 4)

Muhammadiyah Jerman kembali menyelenggarakan kajian rutin menjelang akhir Ramadan dengan tema “Keteladanan Keluarga Nabi Muhammad SAW”. Kajian ini disampaikan oleh Ustaz Hartanto Saryono, Lc., Al-Hafidz, dan dihadiri oleh masyarakat Muslim Indonesia di Jerman yang antusias mengikuti hingga sesi tanya jawab.

Kajian dibuka dengan tilawah Surah Al-Ahzab ayat 31–32 yang menekankan kemuliaan dan tanggung jawab keluarga Nabi sebagai teladan bagi umat:

وَمَنْ يَّقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُّؤْتِهَآ اَجْرَهَا مَرَّتَيْنِۙ وَاَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيْمًا (٣١)

يٰنِسَاۤءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَاَحَدٍ مِّنَ النِّسَاۤءِ اِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِيْ فِيْ قَلْبِهٖ مَرَضٌ وَّقُلْنَ قَوْلًا مَّعْرُوْفًا (٣٢)

“Dan barang siapa di antara kamu (istri-istri Nabi) tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan kebajikan, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia. Wahai istri-istri Nabi, kamu tidaklah seperti perempuan-perempuan yang lain jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk (melembutkan suara) dalam berbicara sehingga bangkit keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan yang baik.”

Rasulullah sebagai Teladan Utama

Dalam pemaparannya, Ustaz Hartanto menegaskan bahwa Rasulullah SAW adalah teladan sempurna dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam kehidupan keluarga. Akhlak beliau merupakan implementasi nyata dari Al-Qur’an, sebagaimana disampaikan oleh Aisyah RA bahwa “akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an”.

Sebagai manusia, Rasulullah juga menghadapi dinamika rumah tangga seperti halnya keluarga lainnya. Namun, seluruh sikap dan keputusan beliau selalu berada dalam bimbingan wahyu, sehingga menjadi pedoman yang relevan sepanjang zaman.

Visi Keluarga dalam Islam

Kajian ini menekankan bahwa tujuan utama membangun keluarga dalam Islam adalah sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Tahrim ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”

Dengan demikian, visi keluarga bukan hanya kebahagiaan dunia, tetapi keselamatan akhirat. Keluarga juga memiliki misi sebagai sarana dakwah melalui keteladanan.

Prinsip-Prinsip Pendidikan dalam Keluarga Nabi

Ustaz Hartanto merangkum beberapa prinsip utama dalam membangun keluarga teladan berdasarkan kehidupan Rasulullah SAW:

1. Keteladanan (Uswah Hasanah)

Pendidikan terbaik dimulai dari contoh nyata. Rasulullah tidak hanya memerintah, tetapi juga mengamalkan langsung dalam kehidupan sehari-hari, seperti membantu pekerjaan rumah tangga dan melayani keluarga dengan penuh kerendahan hati.

Ustaz Hartanto menyampaikan bahwa Rasulullah SAW menjahit pakaian beliau sendiri, memerah susu, serta membantu pekerjaan rumah tangga tanpa merasa direndahkan sebagai kepala keluarga.

2. Kasih Sayang dan Kelembutan

Rasulullah dikenal sangat lembut terhadap keluarga, termasuk anak-anak. Beliau menunjukkan kasih sayang secara nyata, baik melalui ucapan maupun tindakan. Prinsip ini menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat dalam keluarga.

Rasulullah mencium cucunya Hasan dan Husain, serta menegaskan bahwa “barang siapa tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi.” Beliau juga menegur anak kecil dengan lembut, seperti mengajarkan adab makan: membaca basmalah, makan dengan tangan kanan, dan mengambil makanan dari yang terdekat.

3. Penguatan Akidah dan Menjaga Fitrah

Penanaman tauhid menjadi dasar utama pendidikan keluarga. Anak dilahirkan dalam keadaan fitrah dan orang tua memiliki peran besar dalam menjaga serta mengarahkannya.

“Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR. Bukhari no. 1358; Muslim no. 2658).

Karena itu, pendidikan tauhid harus dimulai sejak dini agar fitrah anak tetap terjaga dari penyimpangan.

4. Pendidikan Ibadah Secara Bertahap

Rasulullah mengajarkan ibadah secara bertahap sesuai usia anak, seperti perintah shalat sejak usia tujuh tahun. Pendekatan ini menunjukkan pentingnya proses dan pembiasaan dalam pendidikan.

Nabi SAW memerintahkan orang tua untuk menyuruh anak shalat di usia tujuh tahun, dan menegaskan disiplin di usia sepuluh tahun, serta memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan sebagai bagian dari pendidikan bertahap.

5. Pendidikan Akhlak dan Adab

Akhlak merupakan puncak dari pendidikan. Rasulullah menanamkan adab dalam setiap aspek kehidupan, mulai dari cara makan hingga interaksi sosial.

Rasulullah mengajarkan adab secara praktis dalam keseharian, seperti cara makan yang benar dan menjaga lisan. Bahkan, dalam kajian disebutkan bahwa mendidik anak dengan adab lebih utama daripada sedekah, karena adab menjadi fondasi perilaku sepanjang hidup.

Menjawab Tantangan Keluarga di Era Modern

Dalam sesi diskusi, peserta menyoroti tantangan membangun keluarga Islami di tengah lingkungan non-Muslim seperti di Jerman. Ustaz Hartanto menegaskan bahwa kunci menjaga keimanan keluarga adalah keteladanan yang konsisten (dakwah bil hal), kedekatan emosional, dan komunikasi yang tepat sasaran. Rasulullah membangun kedekatan dengan anak-anak dan keluarganya sehingga lahir kepercayaan penuh; dari sinilah perintah dan nilai agama mudah diterima.

Dalam mendidik, beliau juga mempertimbangkan kondisi individu—terlihat dari cara beliau memberi jawaban yang berbeda pada pertanyaan yang serupa, agar lebih relevan dan mengena.

Dalam menghadapi dinamika rumah tangga, termasuk kecemburuan atau perbedaan pendapat, prinsipnya adalah mengembalikan segala urusan kepada Al-Qur’an dan Sunnah, sebagaimana tercermin dalam kisah Surah At-Tahrim ketika Allah meluruskan keputusan Nabi yang ingin menyenangkan sebagian istri.

Dengan demikian, keluarga menjadi ruang dakwah yang hidup: perilaku sehari-hari, interaksi, dan keputusan semuanya mencerminkan nilai wahyu.

Penutup

Kajian ini mengingatkan bahwa keluarga bukan hanya unit sosial, tetapi juga ladang dakwah dan sarana menuju keselamatan akhirat. Dengan meneladani Rasulullah SAW, diharapkan keluarga Muslim—termasuk yang berada di perantauan—dapat menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya.

Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan doa bersama agar Allah menganugerahkan keluarga yang sakinah, penuh keberkahan, dan mampu melahirkan generasi saleh dan salehah.

Semoga kajian ini menjadi pengingat dan motivasi bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri dan keluarga dalam menapaki jalan yang diridhai Allah SWT.

Penulis: Aditya Satrya

Video Rekaman Kajian

Tags: Kajian
Share61Tweet38Send

Related Posts

Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah
Berita

Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

March 28, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Luqman dalam Al-Qur’an (Seri 3)
Artikel

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Luqman dalam Al-Qur’an (Seri 3)

March 26, 2026
Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia
Artikel

Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia

March 6, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Imran dalam Al-Qur’an (Seri 2)
Artikel

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Imran dalam Al-Qur’an (Seri 2)

March 26, 2026
KHGT dan Tradisi Penyempurnaan Berkelanjutan
Artikel

KHGT dan Tradisi Penyempurnaan Berkelanjutan

March 3, 2026
Kajian Ramadhan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Quran (Seri 1)
Artikel

Kajian Ramadhan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Ibrahim a.s. dalam Al-Quran (Seri 1)

March 26, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Diaspora Indonesia Diharapkan Beri Kontribusi terhadap Pertumbuhan Ekonomi

September 11, 2023
Muhammadiyah Deutschland e.V.

Halal BiHalal dan Perkenalan Formatur Terpilih Muhammadiyah Jerman Raya

May 2, 2023

Waktu Sholat Saat Musim Panas di Jerman/Eropa

June 20, 2022
Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

Muhammadiyah Deutschland e.V Gelar Inisiasi Hizbul Wathan Bahari di Jakarta

February 8, 2023
Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

0

Saudi Trade-Off: More Social Freedom, No Political Dissent

0

Tether Theft Isn’t the First Controversy for Cryptocurrency Firm

0

Indonesia’s Largest Fleet of Taxis Teams Up To Beat Ride-Hailing Apps

0
Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

Laporan ZISWAF PCIM Jerman 2026: Transparansi Penerimaan dan Penyaluran Zakat, Infaq, dan Fidyah

March 28, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW (Seri 4)

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Nabi Muhammad SAW (Seri 4)

March 26, 2026
Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Luqman dalam Al-Qur’an (Seri 3)

Kajian Ramadan 1447 H: Meneladani Keluarga Luqman dalam Al-Qur’an (Seri 3)

March 26, 2026
Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia

Mengenal Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT): Upaya Muhammadiyah Mempersatukan Umat Islam Sedunia

March 6, 2026
  • Beranda
  • Kontak
  • Redaksi

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Organisasi
    • Profil
      • Sejarah Muhammadiyah
      • Tentang Muhammadiyah Deutschland e.V.
      • Muqodimah Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Dasar Muhammadiyah
      • Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah
      • Organisasi Otonom
    • Ciri Gerakan
      • Dinamika Muhammadiyah Cabang Istimewa Jerman 2007-2021 (Muhammadiyah Deutschland e.v)
      • Gerakan Dakwah
      • Gerakan Islam
      • Gerakan Pembaruan
    • Ciri Khas
    • Ideologi
      • Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah
      • Kepribadian Muhammadiyah
    • Program Kerja
    • Lagu Sang Surya
    • Redaksi
  • Keislaman
    • Tuntunan
  • Opini
  • Risalah
    • Saintek
    • Sosial Budaya
    • Seni
    • Ekonomi
    • Politik
  • Galeri Foto

© 2022 Muhammadiyah Deutschland e.V. - PCIM Jerman Raya